Pondok Pesantren An-Najwa Pandansari

Rabu, 27 April 2016

Pentingnya membaca dan mentadabburi Al-Qur'an

Pentingnya membaca dan Tadabbur Al-Qur’an


Membaca al-Qur’an dan mentadabburinya termasuk pintu hidayah yang paling besar, karena bisa menuntun seseorang kepada jalan yang lurus, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيْراً

“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS :al-Isra’ :9).

إِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً يَرْجُوْنَ تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ.لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ.

“Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka karunia-Nya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha mensyukuri.” (QS :Fathir : 29-30).

Al-Qur’an adalah Hidayah (petunjuk)

Membaca al-Qur’an, mentadabburi serta mengamalkannya merupakan amalan rutin seorang mukmin, sifat para wali Allah subhanahu wata’ala dan juga salahsatu diantara penyebab hidayah bagi hamba-hamba-Nya. Tidak mentadabburi dan tidak pula mengamalkannya ini merupakan salah satu sifat orang-orang yang bermaksiat serta orang yang berpaling dari syari’at Allah subhanahu wata’ala, juga merupakan penyebab tersesatnya seseorang, Allah subhanahu wata’ala berfirman mengingkari perbuatan mereka:

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلىَ قُلُوْبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS:Muhammad:24).

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدثوْا فِيْهِ اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا

“Apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an? Kalau kiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah,tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS:an-Nisa:82).

Al-Qur’an adalah penuntun kepada semua kebaikan

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

قَدْ كَانَتْ آيَاتِيْ تُتْلىَ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلىَ أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُوْنَ.مُسْتَكْبِرِيْنَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُوْنَ.أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوْااْلقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَالَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِيْنَ

“Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (al-Qur’an) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang. Dengan menyombongkan diri terhadap al-Qur’an dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya diwaktu kamu bercakap-cakap di malam hari. Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu.” (QS :al-Mu’minun :66-68).
Maksudnya yaitu sendainya mereka memikirkan al-Qur’an maka mereka akan mendapatkan keimanan dan menghindari mereka dari kekufuran serta kemaksiatan, maka hal ini menunjukkan bahwa mentadabburi al-Qur’an ini menuntun kepada segala kebaikan dan menghindarkan kita dari segala kejelekan.

Tidak memperhatikan Al-Qur’an adalah sifat orang kafir

Allah subhanahu wata’ala menegur kaum mukminin agar tidak menyerupai orang kafir yang tidak khusyu’ ketika mendengar Al-Qur’an:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَ مَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَكَثِيْرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُوْنَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah subhanahu wata’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS :al-Hadid :16).

Mentadabburi Al-Qur’an menambah Iman

Allah subhanahu wata’ala menyebutkan bahwasanya al-Qur’an ini bisa menambah keimanan seorang mukmin apabila ia membaca serta mentadabburi ayat-ayat al-Qur’an itu:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلىَ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلْوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila nama Allah disebut gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS: al-Anfal :2).
Kemudian Allah subhanahu wata’ala memperingati dengan keras para hambanya jangan sampai mereka berpaling dari al-Qur’an yang mulia ini, Allah subhanahu wata’ala menyebutkan bahaya berpaling dari al-Qur’an ini serta dosa yang akan dipikulnya pada hari kiamat kelak akibat berpaling, tidak menerima dan menjauh dari al-Qur’an ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا.مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا.خَالِدِيْنَ فِيْهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِملاً

“Dan sesungguhnya telah kami berikan kepadamu dari sisi kami suatu peringatan (al-Qur’an). Barangsiapa yang berpaling dari al-Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa di hari kiamat. Mereka kekal dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat.” (QS :Thaha :99-101).
Maka sepantasnyalah seorang mukmin menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, membacanya dengan merenungkan dan mentadabburinya lalu mengamalkan isi kandungannya, Ibnul Qoyyim-rahimahullah-berkata: ”tidak ada yang lebih besar manfaatnya bagi hati dari pada membaca al-Qur’an dengan mentadabburi dan merenungkannya, karena al-Qur’an merupakan kitab suci yang bisa dijadikan pedoman hidup oleh setiap manusia, dengan membaca dan mentadabburinya bisa melahirkan al-Mahabbah (cinta kepada Allah), al-Khauf (rasa takut kepada Allah), ar-Raja’ (berharap hanya kepada Allah), al-Inabah, tawakkal, ridha dan menerima (takdir Allah), sifat sabar, syukur serta seluruh perbuatan yang bisa menyebabkan hidupnya hati dan mencapai kesempurnaannya… Membaca sebuah ayat al-Qur’an disertai dengan mentadabburi dan merenungkan maknanya jauh lebih baik dari pada mengkhatamkan al-Qur’an tanpa disertai tadabbur dan pemahaman akan maknanya. Membaca al-Qur’an dengan memahami makna dan kandungannya jauh lebih bermanfaat bagi hati serta jauh lebih besar faidahnya dalam menambah keimanan dan merasakan manisnya al-Qur’an.” (Miftah Daar as-Sa’adah:I/187).
Orang yang membaca al-Qur’an dengan memenuhi kriteria yang beliau sebutkan tadi maka al-Qur’an itu akan memberi manfaat yang begitu besar baginya, dan inilah sebenarnya maksud dan tujuan diturunkannya al—Qur’an, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Hal yang dituntut dari kita terhadap al-Qur’an ini adalah memahami maknanya serta mengamalkannya,maka apabila tujuan penghafal al-Qur’an bukaan hal ini maka dia bukan termasuk ulama” (Majmu’ Fatawa:V/262).
***
dari artikel berjudul:
Haqiqatu Fahmil Qur’an wal ‘Amalu Bihi oleh Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq al-Badr (http://al-badr.net)

Minggu, 17 April 2016

Kegiatan "HAFLAH AKHIRU SANNAH KE 1" PP. An-Najwa

 #Mauidhoh hasanah dari pengasuh(abah Nur Rohman el-mahrus)
 #santri dan wali santri
 #pemotongan tumpengan
 #Kelas 12 Man Purwoasri
 #kelas 9 Mtsn Purwoasri
#pembacaan ayat suci Al-Qur'an

Sabtu, 09 April 2016

santri PP. An-Najwa menghadiri acara lirboyo bersholawat



Alhamdulillha kegiatan lirboyo bersholawat bersama habib syech bin Abdul Qodir As-segaf pada tanggal 09-04-2016 berjalan dengan lancar hadir pula gus ipul selaku wakil gubernur jawa timur serta para pengasuh dewan asatid pondok pesantren lirboyo. walupun di tengah acara hujan turun dengan cukup deras namun tidak menyurutkan semangat para peserta. Habib syech berpesan "semoga hujan yang turun tersebut hujan membawa rahmat dan mubarokah serta semoga Allah swt mengampuni dosa kita semua sebanyak butiran hujan yang turun saat itu amiin ya robbal alamin".

Selasa, 05 April 2016

kegiatan mengelas sebagai upaya peningkatan bakat dan kreatifitas santri.


kegiatan ini merupakan muatan lokal yang ada di PP. An-Najwa. Pengasuh yaitu Ust. Nur rohman el-mahrus berargumen bahwa para santri bukan hanya di tuntut untuk menguasai bidang akademik saja seperti ilmu agama, diantaranya fikih,nahwu shorof, aqidah, tauhid dan ilmu umum lainya melainkan para santri juga harus menguasai keterampilan lainya yaitu salah satunya mengelas ini sebagai modal bakat santri yang insya Allah akan bermanfaat di kemudian hari.

Selasa, 29 Maret 2016

KOMINATAS SYEKHERMANIA Pondok Pesantren An-najwa


berkat sholawat UN cbt selamat
berkat sholawat nilai UN meningkat
berkat sholawat insya ALLAH hati nikmat
berkat sholawat koruptor taubat (amiiiiiiin)

Sabtu, 26 Maret 2016

my trip my sholawat (ALLHUMMA SHOLLI ALANNABI MUHAMMAD)

RAHASIA SHALAWAT ATAS NABI MUHAMMAD SAW
“Sesungguhnya Allah Dan Para Malaikat-Malaikat-Nya Bersholawat Untuk Nabi, Hai Orang-Orang Yang Beriman, Bershalawatlah Kamu Untuk Nabi Dan Ucapkan Salam Penghormatan Kepadanya” (Qs. Al-Ahzab : 56)
Rasulullah Bersabda : Barang Siapa Membaca Shalawat Kepadaku Satu Kali Maka Allah Akan Membalas Shalawat Sepuluh Kali, Dan Barang Siapa Yang Membaca Shalawat Kepadaku Seratus Kali, Maka Allah Menulis Diantara Matanya: “Bebas Dari Munafiq Dan Bebas Dari Neraka” Dan Allah Akan Menempatkannya Esok Pada Hari Qiamat Bersama-Sama Dengan Para Syuhadak (HR. Thabrani Dari Anas Bin Malik Ra)
Sabda Nabi Muhammad SAW : Sesungguhnya Lebih Utama Bagiku Manusia Besok Pada Hari Qiamat, Adalah Mereka Yang Lebih Banyak Membaca Shalawat Kepadaku (HR. Tarmizi Dari Ibnu Mas’ud Ra)
Begitu Besar Harapan Dan Anjuran Allah Serta Rasulullah Kepada Kita Manusia Supaya Bersholawat Atas Nabi, Akankah Itu Kita Sia-Siakan, Maka Dari Itu Kita Sempatkan Shalawat Atas Nabi.
Kemuliaan dan kasiat shalawat
Pada Dasarnya, Bacaan Shalawat Atas Nabi Harus Di Ucapkan Oleh Setiap Muslim Dan Orang Mukmin Dimana Saja Dan Dalam Keadaan Apapun. Dalam Berdoa, Maka Isi Bacaan Doa Itu Harus Ada Bacaan Shalawat Atas Nabi. Jika Tidak, Maka Doa Tersebut Tertahan Di Antara Langit Dan Bumi Serta Tiada Naik Barang Sedikit Pun.
Rasulullah SAW Pernah Bersabda :
Bawasannya Doa Itu Terhenti (Tertahan) Antara Langit Dan Bumi, Tiada Barang Sedikit Pun Darinya, Sehingga Engkau Bershalawat Kepada Nabimu. (HR. Tirmidzi Dari Umar Bin Khathab.)
Setiap Doa Tertutup (Tertahan), Hingga Dibacakan Shalawat Atas Nabi SAW. (HR. Dailami Di Dalam Musnad Al-Firdaus Dari Anas Ra. Dan Oleh Baihaqi Dari Ali Ra)
Tujuan Tulisan Ini Tidak Lain Adalah:
1. Untuk Memenuhi Dan Melaksanakan Salah Satu Perintah Dari Allah Swt. Agar Kita Senantiasa Bershalawat Atas Nabi.
2. Untuk Mendapatkan Kemuliaan Dari Allah Swt. Dan Untuk Mendapatkan Syafaat Dari Rasulullah Saw.
3. Untuk Mendapatkan Kecintaan Dari Allah Swt., Kecintaan Dari Rasulullah Saw. Dan Kecintaan Dari Sesama Manusia.
4. Untuk Mendekatkan Diri Ke Hadirat Allah Swt.
5. Untuk Memperoleh Kesempurnaan Hidup Dan Keselamatan.
Khasiat Shalawat Adalah Merupakan Bentuk-Bentuk Afaran Dan Tuntunan Bacaan Shalawat Yang Bersumber Dari Rasulullah Saw.
Contoh Bacaan Shalawat Yang Paling Singkat Dan Ringan Tetapi Banyak Khasiatnya Adalah Sebagai Berikut:
بسم آلله آلرحمن آلرحيم صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Semoga Allah Melimpahkan Shalawat Atas Muhammad.
Khasiat:
1. Memperoleh Rahmat Dari Allah Swt., Memperoleh Syafaat Dari Nabi Muhammad Saw.
2. Mendapat Pimpinan Dari Malaikat Yang Bagus-Bagus, Dapat Menghapus Dosa-Dosa Dan Meninggikan Derajat.
3. Dapat Menutupi Kebutuhan Dunia Dan Akhirat, Memperoleh Pahala Sebesar Gunung Uhud Dan Selamat Dari Sehala Malapetaka.
4. Mendapat Keridlaan Dari Allah Swt., Dapat Kesaksian Dari Rasulullah Saw. Dan Mendapat Syafaatnya Di Akhirat Nanti, Aman Dari Kemurkaan Allah Swt. Dan Masuk Di Bawah Lindungan Arsy.
5. Membuat Timbangan Kebaikannya Menjadi Berat Dan Diberi Minum Dari Telaga Al-Kautsar Serta Aman Dari Rasa Haus.
6. Bebas Dari Api Neraka, Dapat Melintasi Shirathal Mustaqim Seperti Kilat Dan Dapat Melihat Tempatnya Di Surga Sebelum Mati Dan Mendapat Anugerah Banyak Istri Di Dalam Surga.
7. Mendapat Pahala Yang Melebihi Dua Puluh Perang Sabil, Dapat Mendatangkan 100 Hajat, Dapat Menghilangkan Kemuskinan Dan Kesempitan Rezeki.
8. Mendapat Kemenangan Atas Musuh-Musuhnya, Dapat Mensucikan Hati Dari Sifat Fanatik, Dapat Melihat Nabi Muhammad Saw. Dalam Tidurnya, Dapat Menyebabkan Dicintai Oleh Orang Mukmin Dan Orang Muslim.
9. Dapat Menjadi Sebab Terkabulnya Segala Macam Wujud Doa, Memperoleh Ucapan Selamat Dari Allah Swt. Dan Dapat Menyinari Lahir Dan Batinnya